Pemerintah Genjot Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa | www.maspro.id
Share Via

Pemerintah Genjot Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa

Pemerintah Genjot Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa

logo HEADLINE HARI INI PENDAFTARAN CPNS 2019 DIMULAI HARI INI, SIMAK UPDATE TERKINI HomeBisnisEkonomi Pemerintah Genjot Ekspor Produk Dekorasi Rumah ke Eropa Oleh Tommy Kurnia pada 15 Okt 2019, 12:55 WIB 3 Ide Dekorasi Ruang Tamu yang Stylish dan Bikin Nyaman Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perdagangan dan Centre for Promotion of Imports from Developing Countries (CBI) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk menunjang ekspor produk dekorasi rumah (home decoration) Indonesia ke Belanda. Ekspor produk home decor di Indonesia ditargetkan naik kelas lewat program ini. Segi tanggung jawab sosial, seperti ramah lingkungan dan produksi bebas dari pekerja anak merupakan faktor penting dalam MoU ini, sebab konsumen Eropa mulai memantau terhadap proses produk dibuat. Pihak CBI pun membantu UKM Indonesia menyelesaikan tantangan itu agar kualitas produk naik kelas. "Produk kita sebenarnya bagus, cuma perusahaan kita di sini banyak kurang informasi mengenai permintaan market di sana seperti apa, karena kita cuman fokus ke produk, (padahal) ada sertifikasi dan sustainability," jelas Liena Mahalli, local sector expert CBI. Ia mengingatkan faktor tanggung jawab sosial dan sertifikasi amat penting agar produk bisa naik kelas menuju premium. Jika tidak, maka produk home decor Indonesia malah akan terjebak di kelas menengah dan hanya bersaing dengan produk China dan Vietnam. Sementara, bila naik kelas maka produk dekorasi rumah Indonesia bisa bersaing dengan produsen lokal Eropa, seperti Polandia. Wakil Dubes Belanda Ardi Stoios-Braken turut membenarkan bahwa permintaan konsumen Belanda sudah fokus ke dampak sosial produk, seperti terkait lingkungan. Belanda sendiri merupakan market share terbesar bagi Indonesia di Eropa untuk ekspor produk dekorasi rumah, yakni 22,5 persen. Stoios-Braken juga merasa tersanjung karena MoU ini ditandatangani tak lama setelah kunjungan Perdana Menteri Mark Rutte ke Indonesia. "Salah satu tujuan besar dalam kunjungan itu adalah mengkonfirmasi kembali relasi kuat yang eksis antara kedua negara, dan juga ke depannya menekankan kolaborasi dagang, dan salah bentuknya adalah bekerja sama untuk mempromosikan barang dagang dari Indonesia menuju Belanda dan Eropa," jelasnya.