Mempelajari Tanah Indonesia | www.maspro.id
Share Via

Mempelajari Tanah Indonesia

Mempelajari Tanah Indonesia

Tanah adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Tanah sangat vital peranannya bagi semua kehidupan di bumi karena tanah mendukung kehidupan tumbuhan dengan menyediakan hara dan air sekaligus sebagai penopang akar. Struktur tanah yang berongga-rongga juga menjadi tempat yang baik bagi akar untuk bernafas dan tumbuh. Tanah juga menjadi habitat hidup berbagai mikroorganisme. Bagi sebagian besar hewan darat, tanah menjadi lahan untuk hidup dan bergerak.

Tanah mampu menumbuhkan tanaman , memiliki sifat sebagai akibat pengaruh iklim dan jasad hidup yang bertindak terhadap bahan induk dalam keadaan relief tertentu selama jangka waktu tertentu pula.

Syarat utama terbentuknya tanah ada dua yaitu :

  1. Tersedianya bahan asal
  2. Adanya faktor yang mempengaruhi bahan asal

Bahan awal tanah dalam istilah ilmu tanah dinamakan bahan induk. Bahan induk ada yang berwujud batuan, mineral-mineral dan zat organik. Adanya kaitan antara zone iklim dan zone jenis tanah. Pada permukaan yang paling berpengaruh adalah bahan induk, makin lama tanah berkembang ikllim makin besar pengaruhnya dan makin bersifat dominasi terhadap faktor lainnya.

Tanah sangat vital untuk mendukung kehidupan. Tanah menjadi wahana jelajah akar,menyediakan air, udara dan unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan. Tanah merupakan rumah bagi jutaanmikroorganisme yang melakukan berbagai aktivitas biokimia, seperti pengikatan nitrogen dari udarasampai pelapukan bahan organik, juga merupakan tempat bagi mikro dan mesofauna – termasuk cacing tanah, semut dan rayap yang memakan akar tanaman, organisme lain dan bahan organik.

Tanah jenisnya berbeda-beda dari satu tempat ke tempat yang lain – tidak secara acak tetapi secara sistematis, tanah didaerah tundra berbeda dengan tanah tropika, tanah di daerah yang terjal berbeda dengan tanah dataran, dantanah bervariasi dalam jarak yang pendek. Jika kitaberjalan dari puncak bukit menuju ke lembah, kita akanmenjumpai tanah dengan bentuk dan sifat yang berbeda demikian juga kemampuannya untuk digunakan misalnya sebagai lahan budidaya tanaman atau untuk membangun jalan dan rumah. Keragaman ini mencerminkan posisi yang unik bagi tanah dibandingkan dengan komponen Planet Bumi lainnya – tanah adalah penghubung antara atmosfer, litosfer, hidrosfer, dan biosfer.

Tanah sangat rapuh dari gangguan dan kerusakan yang paling besar terhadap tanah disebabkan oleh manusia. Ancaman paling besar adalah erosi tanah yang dapat berakibat tanah hilang tererosi meninggalkan batuan yang belum lapuk. Erosi tanah terjadi akibat pengelolaan lahan yang buruk, misalnya mengolah tanah di lahan yang curam. Tanah merupakan suatu sistem yang tangguh karena mampu mengurai bahan pencemar sehingga menjadi kurang berbahaya. Kemampuan menetralkan bahan-bahan ini membuat tanah sebagai tempat penampungan limbah (organik dan anorganik). Jika bahan yang diberikan melebihi kapasitas penguraian tanah, tanah tersebut akan rusak, dan akibatnya aktivitas biologi juga berkurang.

Sekarang ini dengan mudah kita dapat mengakses data terkini tentang lapisan bumi dari hari ke hari sejalan dengan meningkatnya ketersediaan informasi darisensor-sensor di angkasa ataupun luar angkasa, juga dengan tersedianya perangkat lunak dan kapasitas komputer yang lebih canggih. Sekarang kita tidak terlalubergantung kepada informasi yang dikumpulkan zaman dahulu yang cumatersedia dalam bentuk peta yang dicetak atau laporan-laporan. Informasi baru inidihubungkan dengan perkembangan model-model iklim dan permukaan bumi telahmemungkinkan ilmuwan tanah dapat membuat keputusan mengenai perubahantata guna lahan dan dampaknya, serta memantau dan memperkirakan dampak daritindakan manusia terhadap tanah.

1.Proses Terbentuknya Tanah

Batuan memerlukan waktu jutaan tahun untuk berubah menjadi tanah. Batuan menjadi tanah karena pelapukan. Batuan dapat mengalami pelapukan karena berbagai faktor, di antaranya cuaca dan kegiatan makhluk hidup. Faktor cuaca yang menyebabkan pelapukan batuan, misalnya suhu dan curah hujan. Pelapukan yang disebabkan oleh faktor cuaca ini disebut pelapukan fisika. Adapun makhluk hidup yang menyebabkan pelapukan, misalnya pepohonan dan lumut yang disebut pelapukan biologi.

Tanah terbentuk dari beberapa faktor : batuan , iklim, jazad hidup, topografi dan waktu. Adanya berbagai berbedaan dari faktor-faktor tersebut , maka proses pelapukan dan pembentukan tanah berbeda-beda. Hal ini menyebabkanadanya perbedaan jenis tanah antara satu daerah dengan daerah lainnya. Di dalam tanah mengandung bahan-bahan jazad hidup (organik)dan bahan-bahan bukan jazad hidup (non organik) atau mineral.

Pelapukan yang mengakibatkan berubahnya bahan – bahan an-organik dan bahan organik menjadi butir – butir tanah disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :

  1. Pemanasan matahari pada siang hari dan pendinginan pada malam hari.

Saat suhu tinggi atau panas, batu akan mengembang. Sementara itu, saat suhu rendah atau dingin, batu akan menyusut kembali. Perubahan ini terjadi silih berganti antara siang dan malam. Adanya perubahan suhu yang silih berganti ini, lama-kelamaan dapatmengakibatkan batuan tersebut pecah.

  1. Batuan yang sudah retak, pelapukan dipercepat oleh air. Air hujan dan air terjun yang mengenai batuan secara terus-menerus dapatmengakibatkan batuan retak dan pecah. Batu karang yang berdiri kokoh di tepi laut juga dapat mengalami pelapukan. Gelombang laut yang menghantam batu karang secara terus-menerus mengakibatkan batuan tersebut terkikis sedikit demi sedikit. Satu hal yang perlu diingat, proses pelapukan setiap batuan berbeda-beda. Ada batuan yang cepat lapuk, tetapi ada juga yang lambat.
  1. Akar tumbuh – tumbuhan dapat memecah batu – batuan sehingga hancur. Pelapukan ini dapat disebabkan oleh tumbuhan atau lumut yang menempel di permukaan batuan. Tumbuhan merambat dan lumut menempel di permukaan batuan. Tumbuhan merambat akan menimbulkan lubang-lubang pada batuan tempat akarnya melekat. Lubang-lubang ini lama-kelamaan bertambah besar dan banyak. Akhirnya, batuan tersebut akan hancur.
  2. Binatang – binatang kecil seperti cacing tanah, rayap dan sebagainya yang membuat lubang dan menghancurkan batuan;
  3. Pemadatan dan tekanan pada sisa – sisa zat organik akan mempercepat terbentuknya tanah.

2.Jenis-jenis Tanah

Tanah adalahlapisan bumipaling luaryang merupakan hasil pelapukan dan proses pengendapanbatuan, yang telah lama prosesnyadan telah bercampur dengan bermacam-macam bahan organik. Tanah disuatu tempat dengan tempat lain mempunyai jenis tanah yang berbeda-beda . Adapun jenis-jenis tanah di Indonesia sebagai berikut :

Tanah Humus

Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuh-tumbuhandan bahan organik lainnya yang telah membusuk. Tanah ini sangat suburdan cocok untuk lahan pertanian , warnanya kehitaman .Persebaran tanah ini banyak di daerah hutan di Indonesia.

TanahVulkanis

Tanah Vulkanisadalah tanah hasil pelapukan bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan dari gunung berapi . Tanah tersebut sangat subur dan diusahakanuntuk pertanian. Jenis tanah vulkanik dapat dijumpai di sekitar lereng gunung berapi.

Tanah Podzol

Tanah podzol adalah tanah yang terjadi karena pengaruh suhu rendah dan curah hujan tinggi. Sifatnya mudah basah, dan jikakena air tanah inimenjadi subur . Warnanya kuning dan kuning kelabu. Persebaran tanah ini di pegunungan Nusa Tenggara.

Tanah Laterit

Tanah laterit terjadi karena pengaruh suhu tinggi dan curah hujan tinggi, yang mengakibatkan berbagai mineral yang dibutuhkanoleh tumbuh-tumbuhan larut dan meninggalkan sisa oksidasi besi dan aluminium. Tanah laterit tidak subur yang tadinya subur dan kaya akan unsur hara, namun unsur hara tersebut hilang karena larut dibawa oleh air hujan yang tinggi. Contoh : Kalimantan Barat dan Lampung, Banten , Jakarta dan Pacitan.

Tanah Pasir

Tanah pasir adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen , tidak berstruktur. Tanah pasir kurang baik untuk pertanian karena kurangatau sedikit mengandungbahan organik. Persebarannya banyak terdapat di Jawa Timur , Sulawesi, Pantai Barat Sumatera Barat dan Yogyakarta

Tanah Gambut

Tanah Gambut adalah tanah yang berasaldari bahan organik yang selalu tergenang air (rawa). Karena kekurangan unsur hara dan peredaranudaradidalamnyatidak lancar, maka proses penghancuran tanah tidak sempurna. Jenis tanah inikurang baik untuk pertanian. Tanah gambut kurang subur untuk bercocok tanam yang merupakan hasil bentukan pelapukan tumbuhan rawa. Contoh : rawa Kalimantan, Papua dan Sumatera. Tanah Mergel

Tanah Mergel adalah tanah yang terjadidari campuranpasir, kapur, dan tanah liat. Pembentukan tanah ini dipengaruhi oleh hujanyang tidak merata sepanjang tahun. Tanah mergel subur dan banyak terdapat di daerah pegunungan dan daerah dataran rendah.

Tanah Kapur

Tanah kapur adalah tanah yang terjadi dari bahan induk kapur dan telah mengalami laterisasi lemah. Tanah ini banyak terdapat di pegunungan kapur dan kurang baik untuk pertanian . Persebaran tanah kapur terdapat di Pegunungan Jawa bagian selatan . Tanah Padas

Tanah Padas adalah tanah yang amat padat karena mineral didalamnya dikeluarkan oleh air yang terdapat dilapisan tanahsebelah atasnya. Tanah ini tidak baik untuk pertanian

Tanah Endapan

Tanah endapan di sebut juga tanah aluvial , yang terjadi akibat pengendapan batuan induk yang mengalami proses pelarutan dan pada umumnya tanah endapanmerupakan tanah yang subur. Tanah aluvial dibentuk dari lumpur sungai yang mengendap di dataran rendah yang memiliki sifat tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian. Persebaran tanah aluvial di Indonesia banyak terdapat di Sumatera bagian timur , Kalimantan bagian selatan dan Jawa bagian utara.

Tanah Terrarosa

Tanah Terrarosa adalah tanah yang terbentuk dari batuan kapur . Tanah ini terdapat di dasar dolina-dolinadan merupakan tanah pertanian yang subur didaerah kapur.

Sumber artikel : kompasiana.com